Hormon kasih sayang, efek bagi Ibu dan Bayi

By. Dwi Rukma Santi, SST., M.Kes


Bulan februari adalah bulan penuh kasih sayang, kali ini lebih asyik membahas tentang si hormon cinta yaitu hormon oksitosin.  Oksitosin adalah hormon yang diproduksi dalam tubuh manusia saat melahirkan dan menyusui. Tapi ada yang harus lebih diketahui tentang hal itu.

Oksitosin memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aspek perilaku manusia: ikatan manusia, orgasme, mencintai seseorang serta perilaku ibu. Ini adalah alasan mengapa hormon ini biasanya disebut sebagai hormon cinta dan hormon ikatan/bonding. Dan Ini adalah penangkal dari hormon stres – adrenalin dan kortisol – dan berhasil dapat melawan efek merusak mereka.

Seperti dikutip dari MyHealthNewsDaily.com, Kamis (27/12/2012), berikut adalah bermacam efek hormon cinta bagi manusia :

1. Membuat orang jadi murah hati

Sebuah penelitian tahun 2007 yang dimuat jurnal Public Library of Science ONE menemukan kesimpulan ini. Dalam penelitian, peserta diminta menghirup oksitosin atau plasebo lewat hidung kemudian diminta membagi uang yang dimiliki dengan orang asing. Penghirup oksitosin ternyata 80 persen lebih murah hati. Agaknya, hormon ini mempengaruhi sikap altruisme.

2. Membuat gampang tidur

Oksitosin dilepaskan di otak saat kondisi pikiran terbebas dari stres, sehingga secara alami membikin orang jadi gampang tidur, demikian menurut sebuah penelitian tahun 2003 yang dimuat jurnal Peptides Regulatory. Oksitosin menangkal efek hormon stres, kortisol. Efeknya membuat pikiran jadi tenang.

3. Memicu naluri melindungi

Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Science menegaskan bahwa oksitosin memicu sikap perlindungan terhadap orang yang dikasihi dari serangan pihak luar atau akrab dikenal dengan solidaritas. Penelitian sebelumnya pada hewan juga menunjukkan bahwa hormon ini mendukung perilaku proteksionis.

4. Meningkatkan keterampilan sosial

Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Proceedings of National Academy of Sciences menemukan bahwa menghirup oksitosin dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada penyandang autisme. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang autis memiliki kadar oksitosin yang rendah. Oksitosin juga mengurangi rasa takut pada penyandang autis.

5. Menghambat kecanduan obat

Menurut sebuah laporan penelitan tahun 1999 yang dimuat jurnal Progress in Brain Research, beberapa penelitian menunjukkan bahwa oksitosin menghambat toleransi terhadap obat adiktif, termasuk opium, kokain dan alkohol, serta mengurangi gejala sakau.

6. Meningkatkan gairah seksual

Sejumlah senyawa kimia otak dilepaskan saat manusia mencapai orgasme, termasuk oksitosin. Bahan kimia ini dapat memperkuat ikatan antar pasangan seksual. Tikus yang otaknya disuntik dengan oksitosin mengalami ereksi secara spontan, menurut sebuah penelitian tahun 2001 yang dimuat jurnal Physiological Review.

7. Mendukung persalinan dan menyusui

Oksitosin dilepaskan dalam jumlah besar selama persalinan, sehingga memicu kontraksi rahim yang membuka leher rahim dan memungkinkan bayi melewati jalan lahir. Sejak awal tahun 1900-an, dokter menggunakan oksitosin sintetis yang juga dikenal dengan nama merek Pitocin untuk membantu persalinan. Setelah persalinan, hormon ini terus merangsang kontraksi rahim untuk mencegah pendarahan dan akan dikeluarkan lebih banyak lagi ketika puting dirangsang saat menyusui bayi.

8. Memperkuat kenangan emosional

Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Proceedings of National Academy of Sciences mendukung teori bahwa oksitosin memperkuat kenangan masa kecil para pria mengenai ibunya. Dalam percobaan terhadap 31 orang, peneliti menemukan bahwa orang yang menghirup oksitosin sintetis makin santer mengingat kenangan indah tentang ibunya,

asal hubungannya dengan ibu cukup baik.

9. Meringankan stress

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus prairi menemukan bahwa tikus yang terpisah dari saudaranya menampakkan tanda-tanda kecemasan, stres dan depresi. Namun gejala ini mereda setelah disuntik dengan oksitosin. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Society for Neuroscience tahun 2007 ini menunjukkan efek hormon ini untuk menangkal stres.

10. Mempererat hubungan

Peneliti membandingkan tingkat oksitosin dan hormon terkait yang disebut vasopressin pada urin anak-anak di Rusia dan panti asuhan di Rumania. Hasilnya menemukan bahwa oksitosin meningkat pada anak-anak setelah melakukan kontak dengan ibu kandungnya.(Bonding Attachment)

Penelitian yang dilakukan tahun 2005 dan dimuat dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences ini menunjukkan bahwa oksitosin juga tetap berada dalam kadar yang sama pada anak angkat. Hal ini dapat menjelaskan mengapa beberapa anak angkat mengalami kesulitan dalam membentuk hubungan.

11. Memicu kelekatan ibu dengan bayi

Sebuah penelitian tahun 2007 yang dimuat jurnal Psychological Science menemukan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar oksitosin tinggi selama trimester pertama kehamilan lebih dekat dengan bayinya. Dibandingkan dengan perempuan lain, perempuan yang memiliki oksitosin dalam kadar tinggi selama kehamilan dan beberapa bulan setelah persalinan juga lebih dekat dengan buah hatinya.

 

Sumber :

  1. Harnowo, P. 2012. 11 Efek Positif Hormon Cinta Bagi Manusia. http://health.detik.com/read/2012/12/27/100705/2127610/763/11-efek-positif-hormon-cinta-pada-manusia. Diakses Hari Jum’at, 8 Februari 2013
  2. Aprilia, Y. 2013. Si Hormon Ahlinya Bonding. http://www.bidankita.com/component/content/article/39-artikel/580. diakses Hari Jum’at, 8 Februari 2013
  3. Jordan. S. 2004. Obat yang meningkatkan kontraksilitas uterus atau oksitosin. Dalam Ester. M. (Ed) Farmakologi Kebidanan (Hlm : 143-174). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*