GELIAT PRODI KEBIDANAN dengan Kooperative Learning

Tantangan global dan Era Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean menuntuk kemampuan Sumber Daya Manusia Yang Mumpuni. Demikian juga dengan profesi kebidanan. SDM kebidanan dituntut untuk lebih professional dan mengembangkan kemampuannya dalam meberikan pelayanan kepada masyarakat karena pada hakikatnya kita sebagai warga Indonesia dan putra daerah adalah yang paling mengerti kebudayaan dan perilaku masyarakat disekitar kita. Sehingga tenaga bidan dari negri dan daerah sendirilah yang harusnya mampu merajahi dan memikat hati masyarakat, sehingga akan tetap menjadi tuan rumah di negri sendiri.

Untuk itu DIII kebidanan STIKES NU Tuban menerapkan system pembelajaran yang konstruktif. Pembelajaran yang konstruktif diaplikasikan dalam metode “kooperatif learning”. Dalam cooperative learning, mahasiswa dilatih untuk bekerjasama secara sinergis, integral dan kombinatif.  Dengan system pembelajaran seperti ini, mahasiswa dengan kemampuan akademik yang lebih mempunyai kesempatan untuk membantu teman yang lain dengan demikian tidak ada rasa rendah diri ataupun sombong karena prinsip dari cooperative learning yang diterapkan adalah “Getting Better Together”

Selain kerjasama yang ditonjolkan dalam metode pemebelajaran yang ada di Prodi DIII Kebidanan ada dua hal lagi yang tidak kalah penting sebagai komponennya adalah kompetisi dan individualisme. Jiwa kompetisi harus tetap ditumbuhkan pun juga dengan sikap individual dengan konteks yang positif. Karena bagaimanapun juga STIKES NU Tuban mempunyai visi untuk mencetak bidan professional yang harus siap untuk diterjunkan dimasyrakat, sedangkan profesi bidan dituntut untuk bekerja secara tim dan individual sebagai bidan desa.

Dengan metode ini sejak semester awal di STIKES NU Tuban mahasiswa sudah berhadapan langsung dengan pasien dan masyarakat dalam bentuk pemberian penyuluhan kesehatan, aplikasi pengenalan kehamilan secara langsung pada pasien demikian juga pada kasus kasus kesehatan reproduksi pada remaja. Pada tingkatan yang lebih lanjut, mahasiswa mendapatkan tugas untuk memberikan Asuhan Kebidanan komprehensif. Dengan tugas ini setiap mahasiswa mempunyai 1 pasien hamil dan mengikuti perkembangannya serta belajar memberikan asuhan sampai pasien tersebut melahirkan, nifas mengkaji bayi dan keputusan berKBnya kurang lebih selama 3 bulan. Sebagai tugas akhir mahasiswa prodi DIII Kebidanan STIKES NU Tuban yaitu penelitian dalam bentuk studi kasus sehingga mahasiswa mampu memahami kasus kasus kebidanan secara lebuih mendalam.

Semua pihak terus berkomitmen untuk mencapai kualitas pendidikan dan kualitas lulusan yang diidamkan. Tentu saja kerja keras yang tak pernah lelah adalah harga yang tidak bias ditawar. Sehingga dapat terwujud impian besar “GETTING BETTER TOGETHER” dengan “ AKTIF KREATIF DAN INOVATIF.