PEDULI DENGAN YANG TERABAIKAN

Oleh: Dr. H. Miftahul Munir, S.KM., M.Kes., DIE.

Sesuai dengan visi misi STIKES NU Tuban yaitu mencetak tenaga kesehatan yang unggul dibidang kegawatdaruratan komunitas dan seiring dengan pencanagan Gubernur Jawa Timur “Jawa Timur bebas pasung 2015” yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, STIKES NU Tuban secara implementatif telah setahun ini melaksanakan kegiatan yang bertemakan “peduli terhadap yang terabaikan”  dalam bentuk skreening keluarga dengan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang dikemas dalam praktikum Community Mental Helath Nursing (CMHN) sebagai salah satu metode pembelajaran pada Mata Kuliah CHN (Community Health Nursing) di semester VI program pendidikan Ners, dengan konsep Desa Siaga Sehat Jiwa.

Skreening yang diawali dari daerah desa binaan STIKES NU Tuban yaitu di Dusun Bancang Desa Tahulu Kec. Merakurak Kab.Tuban, mahasiswa beserta tim dosen CHN telah menyisir 373 KK dan jumlah individu yang didata sebanyak 1297 orang, didapatkan sebanyak 11 KK dengan anggota keluarga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan 137 KK dengan anggota keluarga ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan). Kegiatan ini merupakan kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan, dimana hasil skreening tersebut merupakan data awal yang dapat digunakan bagi adik tingkatnya untuk melaksanakan praktium asuhan keperawatan jiwa, keluarga, kelompok dan komuitas di tataran nyata.

Konsep tersebut menjadikan masyarakat sebagai “model” bagi mahasiswa dalam praktik asuhan keperawatan sebelum memasuki tahap profesi nanti. Konsep ini juga dapat digunakan saat mahasiswa melaksanakan praktik profesi sehingga mengurangi penggunaan klinik atau rumah sakit sebagai lahan praktik yang dewasa ini telah bergeser menuju pelayanan berbasis pada masyarakat.

Asuhan keperawatan tersebut berupa pendidikan kesehatan bagi keluarga tentang bagaimana mengenali gejala gangguan jiwa, perawatan, dan tata laksana pengobatan agar tidak terputus. Bagi penderitanya dilakukan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) yang bertujuan memandirikan keluarga dengan gangguan jiwa baik dalam bersosialisasi, merawat diri maupun bermacam cara menangani gangguan dalam dirinya, misalnya dalam mengendalikan marah, halusisani, dll. Hal ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat yang tampak dari antusiasme saat mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan, bahkan masyarakat terutama keluarga ODGJ merasa “dipedulikan” karena selama ini mereka menganggap dikucilkan oleh lingkungan.

Selanjutnya  sebagai implementasi misi STIKES NU Tuban yaitu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi atmosfir pendidikan, yakni dalam mendukung proses pembelajaran, STIKES NU Tuban melengkapi kebutuhan tersebut dengan menyediakan beberapa ruang tutorial laboratorium yang respresentatif  dalam menunjang pembelajaran berupa ruang tutorial untuk TAK (Terapi Aktivitas Kelompok), ruang penyuluhan dan ruang tutorial penanganan kegawatdaruratan gangguan jiwa yang semua ruang tersebut berlokasi di gedung IBC (Islamic Boarding Campus) STIKES NU Tuban, dengan konsep disaign yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan, yang keberdaannya dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam “memperdulikan orang-orang yang terabaikan” tersebut.

Selain kegawadaruratan gangguan jiwa pada masyarakat, STIKES NU Tuban juga mendapatkan kepercayaan dalam penanganan TB paru, bekerjasama dengan global fund melibatkan masyarakat yang terbentuk dalam komunitas TB DOTS sejak tahun 2009 hingga program percepatan TB di tahun 2013 sampai dengan sekarang.