Penyebab Penyalahgunaan Narkotika Bagi Kesehatan Terkait Covid-19

Oleh Gadis Ayu Putri Kana – 19.12.2.149.015

Covid-19 (corona virus desease-19) yang sering disebut corona virus, dalam hal ini dikemukakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Coronavirus yaitu virus yang menyebabkan penyakit pada seluruh Makhluk hidup khususnya Manusia. Pada manusia biasanya disebabkan pada penyakit infeksi saluran pernapasan, dari yang flu biasa sampai penyakit yang serius misal Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Manusia menemukan Covid-19 sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). situasi tersebut membuat semua negara di seluruh dunia berupaya untuk mencegah penyebaran virus corona, karena virus ini bersifat menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus corona, menyebabkan kematian dan juga berdampak pada perekonomian suatu negara menjadi rendah.

Berikut kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba

Narkoba yang paling banyak digunakan adalah sabu, ganja dan zat psikotropika lainnya dengan cara penggunaannya adalah disuntik, ditelan, dirokok & dihirup. Dalam hasil penelitian kesehatan menunjukkan berbagai keluhan fisik oleh responden terkait dengan pemakain zat yang disalahgunakan. Terutama keluhan sehubungan dengan infeksi rongga mulut, gangguan kulit , dan overdosis. Dampak fisik lainnya yang dialami yaitu berupa pusing-pusing, dan gangguan rongga mulut. Keluhan yang paling sering ditemukan dengan berbagai frekuensi kejadian gangguannya. selain itu, responden juga menyebut penyebab jangka panjang dari penyalahgunaan zat seperti gangguan kejiwaan, penyakit menular seksual, hepatitis C, penyakit, sirosis hati, AIDS, stroke, kebocoran katup jantung, dan penyakit lain-lainya.

Sabu kebanyakan menjadi masalah infeksi saluran pernafasan atas, jadi klien yang masih dalam penanganan, kadang ada keluhan batuk, sesak nafas, mungkin sebelumnya ada riwayat yang memperberat misalnya klien ada asma, terus pake sabu sehingga memperberat. Kalau yang tidak punya riwayat kadang ada sesak, kadang pusing. Keluhannya biasa sakit kepala.
karakteristik klinis serta hasil Covid-19, dengan jenis spesifik adalah hipertensi, penyakit kardiovaskuler lainnya. Jadi pada kesimpulanya pasien yang dikonfirmasi Covid-19 mempunyai dampak klinis yang lebih buruk dibandingkan yang tidak. saya menyimpulkan bahwa penyalahguna narkoba yang mempunyai gangguan kesehatan seperti TBC, gangguan pernafasan, dan penyakit lainnya akan mudah terinfeksi covid-19, karena virus corona ini adalah virus baru yang harus diteliti oleh keilmuan. Namum lebih pada bagaimana mencegah penularan covid-19 di semua lembaga rehabilitasi di Indonesia dalam bentuk kebijakan atau SOP penatalaksanaan klien di semua lembaga rehabilitasi agar petugas rehabilitasi maupun klien rehabilitasi terhindar dari infeksi corona virus. Hal ini pastinya perlu keputusan yang matang dalam pembuatan kebijakan jangka panjang mengingat pandemic Covid-19 ini belum dapat diketahui kapan akan berakhir. Dan semoga semua petugas rehabilitasi narkoba di Indonesia dapat melaksanakan tugas dengan baik dan terhindar dari virus corona. #Hindari Narkoba#