Sunatan Massal STIKES NU Tuban

Khitanan (sunat) atau sering disebut dengan sirkumsisi adalah sebuah kegiatan tradisi yang berhubungan dengan kesehatan alat reproduksi laki-laki dimana ada bagian tertentu yang dihilangkan atau dipotong. Kegiatan ini telah menjadi salah satu kewajiban dalam agama Islam dan sangat disarankan untuk dilakukan menurut para pakar kesehatan dunia. Anak laki-laki yang memiliki masalah kesehatan semisal tertutupnya kulup (kulit ujung penutup penis)  bisa dikhitan lebih awal agar bisa melepas cairan urine dengan lancar.

Di Indonesia sendiri, khitanan pada anak laki-laki umumnya dilakukan ketika mereka rata-rata menginjak umur 10 tahun hingga 15 tahun, yaitu masa dimana mereka masih berada di level pendidikan SD atau SMP. Kegiatan khitanan ini biasanya dilakukan saat musim libur sekolah sehingga anak tidak perlu meminta ijin sekolah untuk menjalani proses khitan dan penyembuhan pasca khitan. Di Jawa biasanya mengkhitankan anak laki-laki saat berusia 8-13 tahun sebagai  sebuah tradisi turun temurun yang berhubungan dengan budaya, agama, dan alasan kesehatan.

Biaya khitan-pun bermacam-macam mulai dari khitan konvensional seharga Rp 400.000,00 hingga khitan laser yang dapat mencapai Rp 600.000,00 hingga Rp 1.500.000,00 untuk sekali khitan. Tentu orang tua tidak bisa sekedar menjadikan biaya sebagai pertimbangan karena kelayakan alat dan skill dari tenaga khitan sangat harus diperhitungkan mengingat khitan hanya akan dilakukan sekali seumur hidup dan proses ini juga akan menentukan masa depan si-anak.

Melihat hal ini, STIKES NU Tuban Peduli, sebuah Institusi yang bergerak di bidang kesehatan, kembali mengadakan khitanan masal gratis di Madrasah Aliyah Payaman Paciran Lamongan. Institusi yang di pimpin oleh Dr. H. Miftahul Munir, SKM.M.Kes. DIE, ini bekerjasama dengan RS Nahdlatul Ulama Tuban. Dalam acara khitan masal dalam rangka Pengabdian masyarakat yang dilasanakan bertepatan dengan Hari ibu tanggal 22 Desember 2019 lalu ini mendapat perhatian khusus dari warga di Payaman Paciran. Tidak hanya itu, dalam acara ini pula, para peserta khitan mendapatkan uang pembinaan, tas sekolah, alat tulis, dan sarung.

STIKES NU Tuban dalam program kegiatan khitanan masal ini adalah salah satu upaya untuk membantu masyarakat para ibu agar tidak kesulitan terutama dalam hal biaya untuk mengkhitan anak laki-laki mereka. Dengan adanya acara ini, diharapkan, anak-anak akan semakin terhibur dan beban orang tua akan berkurang.

Khitanan massal ini di ikuti oleh 15 anak, dari umur 7 tahun sampai 15 tahun. Asal peserta khitan ada dari dalam desa Payaman dan juga luar daerah Payaman. Selain khitanan, ada rangkaian acara lain seperti pengajian dan Sholawatan.